Kesehatan

Sleepmaxxing Tren Tidur Viral 2026, Ternyata Tak Selalu Aman

Banyak yang niat bikin malam jadi lebih nyenyak, eh, sebagian caranya malah bisa bikin masalah baru buat tubuh salah satunya sleepmaxxing.

ShevadzikraShevadzikra17 Juni 20264 menit baca2 views
ilustrasi seseorang sedang tidur nyenyak di malam hari
ilustrasi seseorang sedang tidur nyenyak di malam hari (pexels.com/@cottonbro)

Linimasa TikTok belakangan dipenuhi video soal sleepmaxxing, mulai dari pakai kacamata lensa merah, plester di mulut, sampai alat pelebar hidung sebelum tidur. Istilah ini merujuk pada usaha mengoptimalkan kualitas dan durasi tidur lewat kombinasi rutinitas, alat, dan kebiasaan tertentu. Tren sleepmaxxing makin ramai dibahas sepanjang 2026 karena makin banyak generasi muda yang sadar kalau tidur bukan cuma soal lama waktunya, tapi juga soal kualitasnya.

Sayangnya, di antara ritual yang kelihatan estetik buat konten media sosial, ada juga cara yang belum tentu terbukti aman secara medis. Sebelum ikut beli alat tidur mahal atau coba teknik yang lagi viral, ada baiknya kamu tahu dulu mana bagian dari sleepmaxxing yang benar-benar didukung riset. Yuk, kita bahas satu per satu.


Apa Itu Sleepmaxxing dan Kenapa Lagi Viral di TikTok

ilustrasi seseorang sedang membuka aplikasi TikTok
ilustrasi seseorang sedang membuka aplikasi TikTok (pexels.com/@cottonbro)

Menariknya, sleepmaxxing bukan cuma soal tidur cukup tujuh jam, tapi soal memaksimalkan kualitasnya lewat berbagai pendekatan sekaligus. Dilansir Global Wellness Institute, istilah ini menggambarkan upaya mengejar tidur optimal lewat kombinasi suplemen, alat pelacak tidur, kasur pintar, sistem pendingin ruangan, plester mulut, sampai rutinitas sebelum tidur yang makin rumit.

Bukan cuma itu, tren ini juga didorong kuat oleh konten para influencer wellness. Dilansir Pouted, sleepmaxxing berkembang jadi tren media sosial yang fokus mengoptimalkan kualitas dan jumlah tidur, sering melibatkan pelacakan pola tidur dan penerapan berbagai trik supaya istirahat terasa lebih maksimal. Itulah kenapa tagar soal sleepmaxxing bisa ditonton ratusan ribu kali oleh anak muda yang penasaran.


Sederet Cara Sleepmaxxing yang Sering Dibahas Influencer

ilustrasi seseorang tidur mengenakan penutup mata
ilustrasi seseorang tidur mengenakan penutup mata (pexels.com/@polina-kovaleva)

Ada banyak variasi cara yang muncul di balik tren sleepmaxxing, dan sebagian memang kelihatan unik. Dilansir Pouted, beberapa metode yang sering dipraktikkan meliputi mouth taping atau menempelkan plester di mulut, memakai nasal strip, sampai menggunakan selimut bertekstur berat atau weighted blanket untuk bikin tubuh lebih relaks saat tidur.

Yang perlu kamu tahu, tren ini juga melibatkan kombinasi gaya hidup dan teknologi, bukan cuma satu trik tunggal. Dilansir HealthCentral, seorang profesor neurologi yang dikutip dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa sleepmaxxing adalah tren yang didorong media sosial dan perangkat wearable, mengoptimalkan kuantitas serta kualitas tidur lewat kebiasaan harian, perangkat, pola makan, sampai suplemen.


Mana yang Terbukti Ilmiah, Mana yang Cuma Mitos

ilustrasi ilmuwan sedang berdiskusi
ilustrasi ilmuwan sedang berdiskusi (pexels.com/@edward-jenner)

Kalau dipikir-pikir, nggak semua trik sleepmaxxing punya dasar ilmiah yang kuat. Dilansir Downetc, sebuah ulasan dari pengajar medis di Harvard menemukan sebagian strategi sleepmaxxing memang sejalan dengan kebiasaan tidur yang sudah lama dianjurkan ahli, seperti mengurangi kafein dan alkohol, lebih aktif bergerak, menjaga jam tidur konsisten, mengurangi cahaya di malam hari, membatasi tidur siang, dan menjaga kamar tetap sejuk.

Namun beberapa metode lain belum punya bukti kuat. Dilansir Pouted, kebiasaan tidur yang sudah terbukti secara ilmiah justru lebih sederhana, yaitu menjaga jadwal tidur yang konsisten, membangun rutinitas yang menenangkan, dan mengatur lingkungan kamar yang nyaman, tanpa harus mengandalkan langkah-langkah ekstrem.


Risiko Kalau Kebablasan Ngejar Tidur Sempurna

ilustrasi seseorang terlihat gelisah memandangi jam digital di malam hari
ilustrasi seseorang terlihat gelisah memandangi jam digital di malam hari (pexels.com/@cottonbro)

Tapi tunggu dulu, ngejar tidur sempurna juga bisa jadi bumerang kalau dilakukan berlebihan. Dilansir Downetc, kondisi yang disebut orthosomnia, yaitu obsesi berlebihan untuk mendapatkan tidur yang "sempurna", justru tertanam dalam budaya sleepmaxxing dan bisa membuat seseorang makin sulit tidur karena terlalu fokus pada hasil yang ideal.

Bukan cuma itu, semakin berkembangnya pasar produk tidur juga ikut menambah kerumitan. Dilansir Global Wellness Institute, meski tren sleepmaxxing mencerminkan kesadaran publik yang makin tinggi soal pentingnya tidur, pengamatan terhadap perilaku konsumen menunjukkan pencarian tidur yang sempurna ini bagi sebagian orang justru berubah jadi sesuatu yang terlalu rumit.


Cara Sleepmaxxing yang Aman dan Gampang Dipraktikkan

ilustrasi seseorang tidur disoroti cahaya pagi matahari
ilustrasi seseorang tidur disoroti cahaya pagi matahari (pexels.com/@ron-lach)

Ini yang sering orang lewatkan, manfaat tidur berkualitas sebenarnya bisa didapat tanpa harus beli alat mahal. Dilansir Mindvalley, tidur yang cukup bisa meningkatkan daya ingat, bikin emosi lebih stabil, memperkuat sistem imun, sampai membantu menjaga gula darah lebih seimbang, jadi cukup dengan menjaga jadwal tidur konsisten, kamar gelap dan sejuk, serta membatasi screen time dan kafein sebelum tidur.

Selain itu, penting juga buat memahami kalau tidur bukan waktu otak benar-benar berhenti bekerja. Dilansir HealthCentral, saat tidur, otak justru aktif membersihkan sisa metabolisme yang menumpuk dari proses berpikir sepanjang hari, sehingga kalau masalah tidur terus berlanjut meski sudah coba kebiasaan dasar, berkonsultasi ke tenaga medis tetap jadi langkah yang lebih tepat dibanding terus coba-coba alat baru.


Penutup

Ironisnya, di balik konten kamar tidur estetik dan rutinitas malam yang kelihatan sempurna, sebagian orang malah jadi makin susah tidur karena keasyikan riset alat-alat baru sebelum benar-benar memejamkan mata. Jadi, sebelum ikut tren, pastikan dulu kamu paham bedanya kebiasaan yang memang menyehatkan dan yang cuma terlihat menarik di video.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah mouth taping aman buat semua orang?
Belum semua metode sleepmaxxing seperti mouth taping punya bukti ilmiah kuat, jadi sebaiknya konsultasi dulu ke tenaga medis sebelum mencoba.
Apa itu orthosomnia?
Orthosomnia adalah kondisi terlalu terobsesi mengejar tidur sempurna sehingga malah memicu stres dan justru mengganggu kualitas tidur itu sendiri.
Apa cara paling dasar buat tidur lebih berkualitas?
Jaga jadwal tidur yang konsisten, bikin kamar gelap dan sejuk, serta batasi screen time dan kafein sebelum tidur.

Bagikan Artikel

Shevadzikra
Shevadzikra

Admin, Main Writer

Pengelola dan penulis utama di SaranBaca. Menghadirkan artikel berkualitas dan rekomendasi bacaan terbaik untuk pembaca Indonesia.

Artikel Terkait